
Pada tanggal 30 Januari tahun 2014 , Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis, bertempat di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang mengambil tema : "Dengan Rakernis/ Forum SKPD Industri dan Perdagangan Kabupaten/Kota Kita perkuat basis produk daerah menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015” Rakernis dibuka oleh Sekretaris Daerah Propinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Bpk. Moh. Rusli, dengan narasumber dari DitJend IKM Wilayah 1, Sekretaris Ditjend Pengembangan Ekspor Nasional serta Kasub direktorat Distribusi Direktorat Logistik Ditjend Perdagangan Dalam Negeri Kemendag.

Peserta yang hadir adalah Para pejabt struktural di lingkungan Dinas Perindag Propinsi, Balai Besar POM di Banjarmasin, Bappeda, SKPD terkait di lingkungan Pemprop, para Kepala Dinas Perindagkop Kab/ Kota se Kalsel yg dalam hal ini dihadiri oleh 2 orang peserta, Instansi terkait lainnya BBPOM di Banjarmasin, Balai Riset dan Standarisasi Industri, Balai Pelayanan Kemetrologian. Kepala BBPOM di Banjarmasin menghadiri acara tersebut bersama Ka Bidang Pemeriksaan -Penyidikan dan Ka Bidang Setifikasi dan Layanan Informasi Konsumen.

Dalam Rapar Kerja Teknis disampaikan 3 (tiga) materi dari Kementerian dan 2 (dua) materi dari Propinsi yaitu dari Bappeda dan Dinas Perindustrian Perdagangan. Inti materi dari Pusat/Kementerian adalah menyampaikan kebijakan Pemerintah dalam pengembangan ekspor dan fasilitasi kepada IKM melalui peningkatan daya saing dan penumbuhan WUB (Wira Usaha Baru) yang dilakukan dengan pendekatan strategis dengan mengedepankan 4 (empat) pilar program prioritas : program pengembangan OVOP, klaster IKM, industri kreatif dan kewirausahaan. Upaya akselerasi pembangunan IKM dimakksudkan untuk mendorong daya saing dan penguatan pasar dalam negeri. Program ini dipersiapkan untuk menyongsong pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015. Sementara itu kebijakan Pemberdayaan Pasar Percontohan dimaksudkan untuk merevitalisasi pasar, memperkuat potensi masyarakat / pedagang dengan pemahaman tentang pasar sehat dan aman dari bahan berbahaya, pengetahuan dasar bagi pedagang, dan pengelolaan pasar dengan penerapan SOP dalam pengelolaan pasar.

Dalam rapat teknis ini Ibu KaBBPOM di Banjarmasin memberikan masukan kepada narasumber dari pusat dalam rangka akselerasi program IKM di Prov Kalimantan Selatan. Adapun tindak lanjut Rakernis adalah Pemerintah Propinsi akan menginventarisir kembali permasalah yang dihadapi dan menetapkan program prioritas yang sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah.