Untuk memastikan obat dan makanan aman demi meningkatnya kesehatan masyarakat, Badan POM senantiasa melakukan pengawasan obat dan makanan. Pengawasan juga dilakukan terhadap Pangan Jajanan Anak Sekolah. Dalam rangka mengawasi dan mendukung kelanjutan program PJAS (PanganJajananAnakSekolah) 2017, 4 orang petugas Balai Besar POM di Banjarmasin melakukan pengawasan program PJAS tersebut melalui program revitalisasi Mobil Laboratorium Keliling (MLK). Pengawasan melalui MLK di lakukan di Kab. Hulu Sungai Tengah (HST) pada tanggal 18 dan 19 Juli 2017. Kegiatan ini juga didampingi oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kab. HST sebagai bentuk sinergi yang baik antara BBPOM di Banjarmasin dengan stakeholder terkait yang mendukung kegiatan BBPOM di Banjarmasin. Dalam kegiatan ini petugas juga berkesempatan bertemu dengan Bupati HST H. Abdul Latif dan menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan MLK.
Selain pengambilan sampel dan pemeriksaan terhadap PJAS di sekolah dan di lingkungan sekitar sekolah dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang Keamanan Pangan dan Informasi tentang Badan POM kepada pelajar SD di Kab. HST, Balai besar POM di BAnjarmasin memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Keamanan Pangan di 6 (enam) Sekolah yang dikunjungi oleh BBPOM di Banjarmasin. Petugas BBPOM di Banjarmasin mendapat sambutan sangat baik dan antusias oleh pihak sekolah ini di buktikan dengan dikumpulkannya seluruh Guru, pengelola sekolah dan siswa- siswi mulai dari kelas 1 s.d 6 baik itu di lapangan maupun aula sekolah untuk mendengarkan KIE yang disampaikan oleh petugas Serlik dan juga melihat pengujian yang dilakukan dengan rapid test oleh petugas bidang Pengujian BBPOM di Banjarmasin. Siswa yang menerima KIE di setiap sekolah berjumlah antara 250- 490 siswa/ siswi tiap Sekolah Dasar.
Dari 29 sampel yang diambil untuk dilakukan pengujian dengan rapid test terdapat 1 sampel positif mengandung bahan berbahaya yang ditambahkan dalam pangan yaitu krupuk gandum yang positif mengandung borak. Hasil positif ini ditindaklanjuti oleh dinas kesehatan untuk memberikan KIE kepada penjual agar tidak menjual produk yang mengandung Bahan Berbahaya kembali.
Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran pihak sekolah dan pihak penjual jajanan agar memberikan pangan jajanan anak sekolah yang sehat dan bebas dari bahan berbahaya sehingga makanan yang dijual merupakan makanan yang aman, bermutu, dan bergizi dan masa depan anak – anak kitadan juga meningkatkan pengetahuan siswa tentang Keamanan Pangan, serta mendorong para siswa menjadi Agent of Change sehingga terwujud Pangan Jajanan Anak Sekolah aman, bermutu, dan bergizi bagi anak bangsa yang lebih baik.