Kabupaten Tapin, 21 Mei 2026 — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banjarbaru melaksanakan kegiatan Pelatihan Kader Keamanan Pangan Desa bertempat di Aula Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tapin.
Kegiatan ini diikuti oleh masing-masing 15 orang kader dari Desa Pualam Sari, Desa Salam Babaris, dan Desa Miawa, serta 3 orang tenaga sanitarian dari Puskesmas Binuang, Puskesmas Piani, dan Puskesmas Salam Babaris. Dari 15 orang kader yang terpilih pada masing-masing desa terdiri atas 10 orang kader keluarga, 3 orang kader masyarakat, dan 2 orang kader sekolah.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada kader terkait praktik keamanan pangan yang baik dan benar di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Setelah mengikuti pelatihan, para kader akan ditugaskan untuk melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) kepada komunitas di desa masing-masing sebagai tindak lanjut pelaksanaan Program Keamanan Pangan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Hj. Faridah Yamani. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kader memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pangan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Peserta selanjutnya menerima paparan materi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin mengenai “Stunting dan Upaya Pencegahannya” yang disampaikan oleh Onny Putri Ayu, S.Gz. Materi tersebut menekankan pentingnya pola konsumsi pangan yang aman dan bergizi sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banjarbaru terkait Program Keamanan Pangan serta edukasi mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan untuk keluarga, sekolah, ritel, dan pangan siap saji.
Melalui pelatihan ini diharapkan para kader mampu menjadi agen edukasi keamanan pangan di desa masing-masing serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih, mengolah, dan menyajikan pangan yang aman. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat serta membantu upaya pencegahan stunting di Kabupaten Tapin. (MR)