Menjalin Kemitraan Pengawasan Keamanan Pangan Segar

15-08-2014 Banjarbaru Dilihat 2723 kali

BBPOM di Banjarmasin bekerjasama dengan TVRI Kalimantan Selatan mengadakan kegiatan talkshow pada tanggal 13 Agustus 2014, pukul 16.00 – 17.00 Wita. Tema yang diangkat adalah “Pengawasan Keamanan Pangan Segar” dengan mengundang 2 (dua) narasumber instansi lain yaitu Ibu Ir. Hj. Siti Rahmi Fatmawati, MP (Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan) serta Bp. Ir. Hasrani, MAP (Ketua Tim Keamanan Pangan Dinas Pertanian Kota Banjarmasin), mendampingi Kabid Serlik BBPOM di Banjarmasin, Bp. Drs. Fajar Wahyudi, Apt.

Kerjasama lintas sektor Balai Besar POM dalam pengawasan keamanan pangan segar terjalin cukup lama. Di tahun 2013 dan 2014, bersama Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kal-Sel diturunkan tim pengawas keamanan pangan segar Provinsi Kalimatan Selatan dengan menggunakan mobil laboratorium keliling di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Kegiatan berupa sampling dan uji cepat sampel daging segar dan buah segar, yaitu jeruk, apel, tomat, lengkeng, anggur merah, dan tomat. Dan diperoleh hasil negatif untuk uji formalin yang dilakukan. Sementara dengan Dinas Pertanian Kota Banjarmasin, pada bulan Ramadhan 2014 yang lalu telah dilaksanakan pengawasan pangan di beberapa pasar Kota Banjarmasin dengan mobil laboretorium keliling. Dari sejumlah sampel yang diuji, masih ditemukan kandungan bahan berbahaya pada pangan, seperti formalin pada ikan teri medan, cumi kering; serta rhodamin B pada terasi, opak merah, cenil, dan kerupuk warna.

Himbauan kepada masyarakat, agar di dalam pengolahan perlu diperhatikan dan diterapkan praktek keamanan pangan, seperti terlebih dahulu mencuci pangan segar (daging, buah, sayur) di bawah air mengalir sebelum diolah atau dikonsumsi secara langsung; pilihlah daging, buah dan sayur yang segar, yang tidak rusak dan tidak busuk; serta pilihlah pangan segar yang telah tersertifikasi sehingga terjamin mutu dan keamanannya.  Dengan demikian, masyarakat akan terhindar dari pangan yang mengandung bahan berbahaya yang berdampak negative terhadap kesehatan.

Sarana