Keberlanjutan Program Desa Pangan Aman: BBPOM di Banjarmasin Uji Sampel Pangan di Empat Wilayah Barito Kuala

29-09-2024 Banjarbaru Dilihat 238 kali

Dalam rangka mendukung keberlanjutan program Desa Pangan Aman, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarmasin telah melaksanakan pengawalan keamanan pangan di Kabupaten Barito Kuala pada tanggal 11, 12, 13, dan 17 September 2024. Kegiatan ini berlangsung di tiga desa, yaitu Desa Karya Maju, Desa Berangas Timur, Desa Karang Bunga, serta satu kelurahan di Kelurahan Marabahan Kota.

Pengawalan ini ditujukan kepada desa dan kelurahan yang telah diintervensi program Desa Pangan Aman pada tahun sebelumnya, dengan tujuan memastikan bahwa komunitas serta pelaku usaha pangan dapat terus menjaga standar keamanan pangan di wilayahnya. Kegiatan tersebut melibatkan operasional mobil laboratorium keliling dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait obat dan makanan kepada komunitas pelaku usaha pangan yang tersebar di desa dan kelurahan tersebut.

Dalam rangkaian pengawalan ini, dilakukan pengambilan sampel pangan dari berbagai sumber seperti komunitas ritel pangan, pedagang kaki lima (PKL), dan warung makan. Sampel yang diambil kemudian diuji menggunakan Rapid Test Kit untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.

Dari hasil pengujian, ditemukan bahwa masih terdapat sampel yang mengandung formalin, terutama pada produk cumi asin dan teri medan yang dijual di pasar setempat. Untuk sampel lain tidak ditemukan kandungan boraks, rhodamin B, ataupun methanyl yellow.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Banjarmasin berharap dapat memastikan keberlanjutan program Desa Pangan Aman di wilayah yang telah diintervensi. Selain itu, kader dan komunitas yang telah dilatih diharapkan mampu melakukan pengawasan keamanan pangan secara mandiri serta menyebarkan pengetahuan mengenai keamanan pangan kepada masyarakat di wilayahnya.

Program ini diharapkan menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa pangan yang beredar di masyarakat Kabupaten Barito Kuala, khususnya di desa dan kelurahan yang terlibat, aman dari bahan-bahan berbahaya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan. (MR)

Sarana