Edukasi Pengendalian Resistensi Antimikroba dengan Gerakan Masyarakat Pintar Cara Menggunakan Obat dan Antibiotik

26-09-2026 Banjarbaru Dilihat 56 kali

Kandangan, 24 September 2026 – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih serta menggunakan obat secara tepat, benar dan aman, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banjarbaru berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dalam Kegiatan GEMAR CANTIK (Gerakan Masyarakat Pintar Cara Menggunakan Obat dan Antibiotik). Kegiatan bertempat di Pendopo  Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tanggal 24 September 2026 dan diikuti oleh kader dan pengurus PKK, kader kesehatan, pengurus GOW, serta siswa dan guru pada jenjang SMA/SMK di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dr. H. Diauddin, M.Kes, dalam sambutan beliau menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat khususnya kader PKK dan pelajar sebagai pilar strategis dalam menyebarkan informasi dan membentuk masa depan bangsa. Selain itu, juga dibacakan sambutan dari Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Dr. dr. Hj. Siti Wasilah, M.Si, Med selaku Ketua Bidang Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam sambutannya, ditekankan pentingnya peran ibu dalam memahami cara menggunakan obat dan antibiotik yang benar, karena melalui ibu yang mengantarkan anaknya berobat ke faskes, merawat dan meminumkan obat kepada anaknya, serta menyimpan obat. Peran ibu tidak hanya sekadar merawat, tetapi juga menjadi pendidik kesehatan bagi keluarganya

Pada sesi pertama, Apoteker Praktisi apt. Rahmat Hidayat, S.Farm. M.Sc  atau sering dikenal dengan Apoteker Rahmato memberikan materi Cara Menggunakan Obat dengan Baik dan Pengenalan Bahaya Resistensi Antimikroba. Rahmato menyampaikan bahwa obat bisa berfungsi untuk menyembuhkan namun dapat juga menjadi racun bila tidak digunakan dengan benar. Karena itu perlu memberikan pemahaman bahwa tidak semua penyakit sama obatnya. Pasien harus mendengarkan dan mematuhi petunjuk penggunaan obat dan antibiotik agar penyakitnya benar-benar sembuh dan tidak menimbulkan kekebalan antimikroba.

Pada sesi kedua, Apoteker Agent of Change apt. Maria Ulfah, S.Si., M.M., M.Ikom memberikan materi Mengenali Bahaya Narkoba. Maria Ulfah menjelaskan jenis-jenis narkotika, psikotropika dan zat adiktif serta efeknya bagi kesehatan. Karena itu, para peserta khususnya pelajar harus berhati-hati dalam pergaulan dan orang tua harus mengawasi pergaulan anaknya. Efek narkoba yang memberikan efek halusinasi seolah-olah memberikan energi atau kenikmatan padahal dibalik efek tersebut terdapat bahaya kesehatan yang sangat besar

Diskusi yang berlangsung interaktif membahas berbagai hal yang memancing rasa ingin tahu peserta, mulai dari cara membedakan antibiotik dengan obat biasa dan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Selatan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banjarbaru berharap para peserta dapat membagikan pengetahuan yang didapatnya kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar, agar masyarakat memahami cara menggunakan obat dan antibiotik yang tepat serta terhindar dari bahaya narkoba.

Sarana