Pada hari Jumat tanggal 27 Oktober 2017 bertempat di Aula Balai Besar POM di Banjarmasin telah dilaksanakan "Dialog dan Diskusi Dalam Rangka Peningkatan Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan Sesuai Inpres No. 3 Tahun 2017". Acara ini dihadiri oleh : Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Dinas Pertanian Provinsi Kalsel, Dinas Kelautan & Perikanan Provinsi Kalsel, Dinas Komunikasi & Informatika Provinsi Kalsel, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel, PD IAI Kalsel, PD PAFI Kalsel, GP Farmasi Kalsel, GP Jamu Kalsel, ASPADIN Kalsel, Yayasan Lembaga Konsumen Kalsel.
Dalam sambutannya Sekda Provinsi Kalimantan Drs H. Abdul Haris Makkie M.Si menyampaikan bahwa acara ini sangat penting karena ini berarti bahwa Balai Besar POM Banjarmasin memiliki komitmen yang tinggi untuk menjamin keamanan masyarakat Kalimantan Selatan terkait konsumsi obat dan makanan. Sinergisme, koordinasi dan komunikasi antar lembaga sangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan efektifitas pengawasan obat dan makanan. Selain hal tersebut perlu juga diperhatikan bahwa yang harus menjadi perhatian bukan hanya obat ilegal, tetapi juga makanan yang mengandung bahan berbahaya.
Kepala Balai Besar POM di Banjarmasin menyampaikan bahwa berdasar hasil pertemuan dengan Kementrian Polhukam yang dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2017 di Hotel Aria Barito Banjarmasin, bahwa diharapkan dibentuknya suatu Task Force/Satgas untuk menangani peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Kalimantan Selatan. Diskusi pada acara ini berlangsung hangat, dengan di pimpin oleh Kepala Balai Besar POM di Banjarmasin. Semua pihak sepakat bahwa pengawasan yang sudah berjalan harus ditingkatkan efektifitasnya untuk dapat melindungi masayarakat dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.
Pada penutupan acara Kepala Balai Besar POM di Banjarmasin menyampaikan akan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Selatan tentang sinergitas antar lembaga/instansi di Kalimantan Selatan dalam rangka meningkatkan efektifitas pengawasan obat dan makanan