Bertutur Sebaya Media Efektif Penyampaian Informasi Keamanan Pangan di Sekolah

15-08-2024 Banjarbaru Dilihat 301 kali

Bertutur Sebaya adalah salah satu metode efektif dalam menyampaikan informasi, termasuk tentang keamanan pangan di sekolah. Ini adalah pendekatan di mana siswa berperan sebagai agen perubahan (Kader Junior Keamanan Pangan Sekolah) dengan menyampaikan informasi kepada teman sebaya mereka. Metode ini efektif karena siswa cenderung lebih mudah menerima dan memahami informasi yang disampaikan oleh teman seusianya.

Hulu Sungai Utara sebagai salah satu lokus Intervensi PJAS Tahun 2023 oleh BBPOM di Banjarmasin mendapatkan pengawalan Program Keamanan Pangan Sekolah yang dilaksanakan pada Tanggal 14 – 15 Agustus 2024, salah satu bentuk pengawalan yang di laksanakan dengan melihat keaktifan Kader Senior dan Kader Junior di Sekolah, pada kesempatan tersebut juga di laksanakan uji cepat dengan Rapid Test Kit (uji Kimia) dan sampling untuk dilakukan uji mikrobiologi (dilaksanakan di Laboratorium BBPOM di Banjarmasin) pada jajanan anak yang di jual di kantin sekolah dan seputar lingkungan sekolah.

Dalam konteks keamanan pangan di sekolah, Bertutur Sebaya bisa digunakan sebagai berikut:

1.     Pelatihan Siswa: Sekelompok siswa dilatih oleh pihak sekolah atau dalam hal ini Kader Keamanan Pangan Senior tentang pentingnya keamanan pangan, bahaya konsumsi makanan yang tidak aman, dan cara mengenali makanan yang berpotensi berbahaya.

2.     Sosialisasi Antarsiswa: Setelah pelatihan, siswa yang sudah terlatih ini kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada teman-teman mereka melalui berbagai media, seperti presentasi di kelas, diskusi kelompok, atau melalui acara sekolah, bahkan saat bersama di kantin sekolah.

3.     Penggunaan Media Kreatif: Selain berbicara langsung, siswa juga bisa menggunakan media kreatif seperti poster, video pendek, drama, atau permainan edukatif untuk menyebarkan informasi. Ini membuat penyampaian informasi lebih menarik dan mudah dipahami.

4.     Peer Monitoring: Siswa yang sudah terlatih juga bisa bertindak sebagai pengawas di lingkungan sekolah, memastikan bahwa jajanan yang dikonsumsi oleh teman-temannya aman. Mereka bisa memberikan peringatan atau saran jika ada jajanan yang terlihat mencurigakan atau tidak aman.

5.     Kolaborasi dengan Guru: Guru bisa mendukung program ini dengan memberikan ruang dan waktu kepada siswa untuk menyampaikan informasi, serta memfasilitasi diskusi lebih lanjut tentang pentingnya keamanan pangan.

Bertutur Sebaya tidak hanya meningkatkan pengetahuan tentang keamanan pangan, tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab di kalangan siswa untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan teman-temannya. Metode ini juga dapat menumbuhkan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan di kalangan siswa yang terlibat.(nay)

Sarana