Salam Babaris, 29 Juni 2026 – Dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang keamanan pangan, Balai Besar POM di Banjarbaru melaksanakan Bimbingan Teknis Komunitas Keamanan Pangan di Aula Desa Salam Babaris, Kabupaten Tapin, pada Senin (29/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan praktik keamanan pangan di lingkungan keluarga maupun komunitas.
Bimbingan teknis diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari enam komunitas, yaitu 20 orang dari komunitas ibu rumah tangga, 10 orang remaja putra dan putri, 8 orang dari komunitas sekolah, 4 orang dari komunitas ritel, 4 orang dari komunitas pangan siap saji, serta 4 orang dari komunitas industri rumah tangga pangan (IRTP).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Salam Babaris, Hj. Mahdalena, S.Pd., M.M., dan turut dihadiri oleh Camat Salam Babaris, Kuhendratmo, S.Sos. Dalam sambutannya, Kepala Desa Salam Babaris menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Besar POM di Banjarbaru. Beliau berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pengetahuan mengenai keamanan pangan serta menjadi penggerak dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Materi bimbingan teknis disampaikan oleh Kader Keamanan Pangan Desa Salam Babaris. Peserta memperoleh pembekalan mengenai keamanan pangan, 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Keluarga, 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Sekolah, 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Pangan Siap Saji, pangan aman bebas stunting, gizi seimbang, serta keracunan, intoleransi, dan alergi pangan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias. Interaksi yang aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap penerapan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Balai Besar POM di Banjarbaru berharap setiap peserta dapat menjadi agen edukasi keamanan pangan di komunitasnya masing-masing. Sinergi antara pemerintah, kader keamanan pangan, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung terwujudnya budaya konsumsi pangan yang aman serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (MR)