BBPOM di Banjarbaru Perkuat Edukasi Pangan Aman untuk Cegah Stunting

28-08-2026 Banjarbaru Dilihat 146 kali

Banjarmasin – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru berkolaborasi dengan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Sosialisasi dalam rangka Penurunan Angka Stunting di Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Aula Sasangga Banua, Banjarmasin, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan diikuti 50 peserta yang terdiri atas kader Posyandu, calon pengantin, serta pengurus BKOW Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui penerapan keamanan pangan.

Ketua BKOW Provinsi Kalimantan Selatan, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, menyampaikan bahwa edukasi pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, termasuk kepada calon pengantin dan kader Posyandu.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, menjelaskan bahwa keamanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting, khususnya dalam pemenuhan pangan yang aman bagi ibu hamil dan anak pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Pangan yang aman itu adalah pangan yang bebas dari tiga cemaran, yaitu cemaran kimia, cemaran biologi, dan juga cemaran fisika,” jelas Ary.

Selain keamanan pangan, masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan kualitas air yang digunakan untuk minum dan mengolah makanan. Air untuk konsumsi harus berasal dari sumber yang aman dan diolah dengan tepat, termasuk dengan memasaknya untuk mengurangi risiko cemaran mikroba.

Ary menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, BBPOM di Banjarbaru dan BKOW Provinsi Kalimantan Selatan berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan keamanan pangan sebagai bagian dari upaya bersama mencegah dan menurunkan angka stunting di Kalimantan Selatan. (MR)

Sarana