Tapin – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Desa Pangan Aman Tahun 2026 di Kabupaten Tapin, Senin (14/9/2026), bertempat di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Tapin.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Desa Miawa, Desa Pualam Sari, Desa Salam Babaris, dan Desa Waringin, serta stakeholder Pemerintah Kabupaten Tapin. Turut hadir perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, TP PKK Kabupaten Tapin, pemerintah kecamatan, serta para Kader Keamanan Pangan dari masing-masing desa.
Monev dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Desa Pangan Aman di tingkat desa, mengidentifikasi kendala dan hambatan yang dihadapi, serta merumuskan langkah tindak lanjut agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas PMD Kabupaten Tapin menjadi salah satu narasumber yang memberikan penguatan terkait pelaksanaan program di tingkat desa. Pembahasan juga mencakup aspek dukungan pemerintah desa, termasuk pemanfaatan anggaran desa untuk mendukung kegiatan di bidang kesehatan yang berkaitan dengan keamanan pangan.
Selain Dinas PMD, Kepala Desa Kota Raja turut hadir sebagai narasumber untuk berbagi success story Desa Kota Raja yang berhasil meraih Juara I Lomba Desa Pangan Aman Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dalam sesi tersebut, Kepala Desa Kota Raja membagikan pengalaman dan praktik baik yang dilakukan desa, mulai dari proses awal pelaksanaan program, keterlibatan pemerintah desa dan kader, pelaksanaan kegiatan keamanan pangan di masyarakat, hingga berbagai upaya yang dilakukan sehingga Desa Kota Raja berhasil meraih prestasi pada tingkat nasional.
Kisah keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa di Kabupaten Tapin dalam mengembangkan dan memperkuat pelaksanaan Program Desa Pangan Aman secara konsisten dan berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program di masing-masing desa. Diskusi juga menjadi ruang untuk menggali solusi bersama, khususnya terkait dukungan lintas sektor, keberlanjutan kegiatan kader, pelaksanaan edukasi keamanan pangan, serta pemanfaatan anggaran desa untuk mendukung kegiatan keamanan pangan.
Melalui pelaksanaan Monev ini, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin kuat antara BBPOM di Banjarbaru, Pemerintah Kabupaten Tapin, pemerintah kecamatan dan desa, TP PKK, serta Kader Keamanan Pangan dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya dalam menjaga keamanan pangan.
Program Desa Pangan Aman diharapkan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat terus dilanjutkan melalui komitmen dan kolaborasi seluruh pihak sehingga praktik keamanan pangan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. (MR)