Koordinasi Lintas Sektor yang selama ini secara proaktif dilaksanakan oleh Kepala Balai Besar POM di Banjarmasin, Dra. Dewi Prawitasari, Apt.,M.Kes. dalam rangka mengoptimalkan kemitraan dengan pemangku kepentingan di berbagai lini , kembali menunjukkan hasil positif. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya peran aktif instansi daerah yang terkait, baik di tingkat Provinsi hingga tingkat Kabupaten/Kota di Kalsel, untuk bersama-sama melakukan pengawasan obat dan makanan, diantaranya pengawasan makanan di Bulan Suci Ramadhan.
Petugas Balai Besar POM di Banjarmasin yang dilengkapi Mobil Laboratorium Keliling yang baru, bersama-sama petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, melaksanakan pengambilan sampel terhadap makanan Pasar Ramadhan 1434 H di Kabupaten Tabalong.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis, 1 Agustus 2013, sampel yang diambil berjumlah 99 item dari 4 lokasi Pasar Ramadhan 1434 H, yaitu Pasar Barunak, Pasar Mabuun, Pasar Kapar dan Pasar Lama Murung Pudak. Setelah dilakukan pengujian terhadap sampel tersebut, ditemukan 7 sampel yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS), yang berasal dari 6 orang pedagang di 3 pasar. Sampel TMS tersebut terdiri dari 5 sampel positif mengandung Rhodamin B, berupa kerupuk, agar-agar, sirup dan es kelapa. Sedangkan 2 sampel lainnya berupa kerupuk yang positif mengandung Boraks.
Berdasarkan hasil pengujian tersebut, Petugas Balai Besar POM di Banjarmasin bersama-sama Petugas Dinkes Kab. Tabalong langsung melakukan pembinaan kepada pedagang yang menjualnya, dan pedagang tersebut membuat pernyataan tidak akan mengulangi kesalahannya.
Hasil pengujian juga akan dijadikan bahan oleh Dinkes Kab. Tabalong untuk melakukan koordinasi kepada instansi terkait di Kab. Tabalong, karena sampel TMS yang ditemukan tahun ini bila dibandingkan sampel TMS hasil pengujian makanan Pasar Ramadhan tahun sebelumnya (1433 H / 2012), terjadi peningkatan, baik jumlah maupun jenis TMSnya. Pada tahun lalu, jumlah sampel yang TMS adalah 2 sampel positif Rhodamin B.